Daya Tarik Wisata di Art Institute of Chicago, Amerika Serikat

Daya Tarik Wisata di Art Institute of Chicago, Amerika Serikat

Jika Anda adalah penyuka seni, entah itu seni klasik atau seni kontemporer, maka Anda wajib berkunjung ke Art Institute of Chicago di Illinois, Amerika Serikat. Pasalnya, museum yang dibangun pada tahun 1879 tersebut menjadi tempat berkumpulnya banyak karya seni legendaris dari seluruh dunia. Yuk, simak ulasan lengkap tentang daya tarik museum seni terbesar dan salah satu yang tertua di Amerika Serikat ini di artikel berikut.

Mengenal Art Institute of Chicago dan Lokasinya

Daya Tarik Wisata di Art Institute of Chicago, Amerika Serikat
Exterior of Art Institute of Chicago.

Mencari museum yang menyimpan koleksi seni dari abad 20 sampai abad 21 memang tidak mudah dan jarang, namun Anda akan mudah menemukan ratusan koleksi tersebut di Art Institute of Chicago. Disana, bahkan tidak hanya ada lukisan dan patung seni kontemporer pada abad lama, melainkan juga seni-seni arsitektur dan desain serta fotografi dari abad modern. Tidak heran, hal ini menjadikan museum tersebut sebagai yang terbaik di dunia.

Museum ini berada di gedung 111 South Michigan Avenue dan dirancang dengan gaya Beaux-Arts. Perancangnya adalah Rutan, Coolidge, dan Shepley. Adapun di bagian bawah museum atau pada lantai dasarnya, Anda bisa menyaksikan perpustakaan Ryerson & Burnham yang mana merupakan tempat koleksi berbagai arsitektur abad ke 18 sampai ke 20. Tidak hanya para mahasiswa dan staf museum, masyarakat umum pun juga bisa berkunjung.

Daya Tarik Wisata di Art Institute of Chicago

Art Institute of Chicago

Berbicara mengenai Art Institute of Chicago, Anda pasti akan memahami bahwa museum yang diresmikan pada tahun 1879 tersebut menyimpan sejuta cerita bagi para penggiat seni di seluruh dunia. Pasalnya, di museum yang menampung sekitar 1,5 juta orang per tahunnya tersebut, Anda tidak hanya akan menyaksikan koleksi seni-seni dari Amerika dan Eropa saja, tapi juga seni dari Asia hingga Afrika. Adapun koleksi seni-seni tersebut antara lain :

  • Koleksi Seni Afrika dan Seni India

Koleksi seni yang pertama di museum ini adalah koleksi seni dari Afrika dan India. Anda akan melihat berbagai macam karya dari kedua kawasan tersebut dalam 400 karya unik berupa garmen, topeng, keramik, sampai perhiasan.

  • Seni Amerika

Kedua, koleksi seni yang ada di museum ini adalah dari Amerika. Anda tidak hanya akan menyaksikan berbagai koleksi tembikar khas Amerika Utara, tapi juga akan dibawa menyelami masa-masa kejayaan karya terkenal abad lalu, seperti Nighthwaks milik Edward Hopper yang ada di museum sejak tahun 1942 hingga American Gothic milik Grant Wood yang ada di museum sejak tahun 1930.

  • Koleksi Seni Kuno dan Bizantium

Koleksi seni yang ketiga yang ada di museum ini adalah dari masa bizantium dan kuno. Dikatakan, koleksi-koleksi yang disimpan disana ini berusia hampir 4 ribu tahun dan berasal dari berbagai negara kuno zaman dahulu, seperti Mesir, Etruria, Yunani, hingga Romawi. Berbagai koleksi seninya adalah tembikar, kaca, perunggu, hingga perhiasan yang semua dimulai dari milenium ketiga SM sampai masa Kekaisaran Bizantium.

  • Koleksi Seni Arsitektur dan Desain

Selanjutnya, daya tarik museum ini ada pada koleksi seni arsitektur dan desainnya. Anda bisa menemukan lebih dari 140 ribu karya model gambar dari tahun 1870 sampai zaman sekarang, termasuk di dalamnya karya Ludwig Mies van der Rohe, Llyod Wright, dan Le Corbusier.

  • Koleksi Seni Asia

Kelima, daya tarik museum ini ada pada koleksi seni dari Asia yang dimilikinya. Seperti yang kita tahu, Benua Asia adalah salah satu benua yang kaya akan koleksi seni dan sejarahnya. Alhasil, di museum ini Anda dapat menemukan sekitar 35 ribu karya dari China, Jepang, Korea, hingga Asia Tenggara dan Timur Tengah yang mana semuanya memiliki ciri khas sendiri-sendiri. Sebut saja keramik, perunggu, tekstil, hingga giok.

  • Koleksi Lukisan Eropa dan Patung

Terakhir, Anda juga bisa menyaksikan koleksi lukisan dan patung khas Benua Eropa dari era Impresionis sampai era pasca Impresionis. Misalnya saja, di museum ini Anda akan menemukan setidaknya 30 buah lukisan karya Claude Monet. Selain itu, anda juga dapat menemukan karya dari Gustave Caillebotte, Pierre-Auguste Renoir, hingga Madame Cezanne.

Tentunya, semua koleksi-koleksi di atas hanya koleksi yang karyanya wajib untuk Anda kenal. Ada lebih dari 300 ribu koleksi lain yang mana juga wajib untuk Anda ketahui dan hanya bisa Anda saksikan jika berkunjung disana saja. Sepanjang tahun, Anda dapat menyaksikan setidaknya 30 pameran seni khusus dari Art Institute of Chicago ini.

Tidak hanya sebagai museum saja, perannya sebagai lembaga penelitian pun membawa Institut Seni Chicago ini untuk membangun berbagai pusat konservasi yang mana salah satunya adalah Perpustakaan Ryerson & Burnham yang sudah disebutkan di atas tadi sebagai pusat ilmu arsitektur dan sejarah.

Demikian ulasan mengenai daya tarik wisata Art Institute of Chicago yang ada di Illinois, Amerika Serikat. Semoga ulasannya bermanfaat.

Daya Tarik Wisata di Shedd Aquarium Chicago, Amerika Serikat

Daya Tarik Wisata di Shedd Aquarium Chicago, Amerika Serikat

Bagi para pecinta hewan-hewan bawah laut, tentunya berkunjung ke akuarium raksasa kala liburan bisa menjadi pilihan. Jika di Jakarta, Indonesia kita mengenal Sea World, maka di Chicago, Amerika Serikat kita mengenal Shedd Aquarium. Tidak hanya akuarium raksasa yang mana memiliki 5 juta US galon, melainkan akuarium super besar yang menampung 32.000 hewan bawah laut. Penasaran? Langsung saja yuk simak ulasannya di bawah ini.

Mengenal Shedd Aquarium dan Lokasinya

Daya Tarik Wisata di Shedd Aquarium Chicago, Amerika Serikat

Berkunjung ke Illinois, Amerika Serikat memang tidak afdol rasanya jika tidak berhenti di Shedd Aquarium. Tempat wisata yang ada di Danau Michigan, Chicago, dan bersebelahan dengan Field Museum of Natural History serta Planetarium Adler ini dulunya bernama Akuarium John G. Shedd.

Di Amerika Serikat, boleh dibilang akuarium ini memang adalah tempat wisata bawah laut yang mana paling banyak dikunjungi. Setidaknya di tahun 2015 saja, tempat wisata ini dikunjungi sekitar 2,02 juta orang dalam satu tahun tersebut. Tentunya, hal ini menjadi prestasi tersendiri bagi museum tersebut.

Sesuai nama terdahulunya, rupanya akuarium ini dulunya dipimpin oleh John G. Shedd yang mana untuk membangunnya membutuhkan biaya sekitar 3 juta US Dollar. Barulah pada tanggal 30 Mei 1930 akuarium ini dibuka dan menjadi akuarium pedalaman pertama dengan koleksi ikan air asin yang ada di dunia ini pada waktu itu.

Tidak hanya bekerja sendiri, akuarium ini juga bekerjasama dengan Pusat Konservasi dan Penelitian Daniel P. Haerther. Pusat Konservasi tersebut menyediakan penelitian pada akuarium mengenai berbagai topik biota laut, contohnya kesehatan da perilaku hewan, pelatihan hewan, hingga reproduksi dan genetika hewan air.

Shedd Aquarium juga bermitra dengan berbagai upaya konservasi hewan yang ada di Kepulauan Karibia dan Asia Tenggara. Beberapa contoh nyatanya adalah konservasi iguana pada tahun 1994 yang terancam punah hingga pemetaan populasi kuda laut di Asia Tenggara yang berkolaborasi dengan Project Seahorse.

Daya Tarik Wisata di Shedd Aquarium Chicago

Shedd Aquarium

Tidak hanya kehebatannya dalam melakukan penelitian dan konservasi kepada hewan-hewan laut, akuarium ini juga memiliki beberapa daya tarik wisata yang mana tidak akan Anda temui di lokasi wisata lainnya, yakni :

  • Pameran Caribbean Reef

Pertama, daya tariknya adalah adanya pameran Caribbean Reef. Pameran ini ada sejak tahun 1971 dan merupakan jenis pertunjukan dimana Anda bisa berinteraksi dengan hewan seperti penyu hijau, ikan pari, hiu bonnethead, dan lain-lainnya di dalam tangki 90 ribu US-galon.

  • Pameran Amazon Rising

Daya tarik kedua adalah adanya pameran Amazon Rising yang mana merupakan sebuah wahana dengan jalan seluas 8.600 kaki persegi dan berjenis hutan rekreasi. Disana, Anda akan menikmati pemandangan 250 spesies hewan liar, contohnya anaconda, ikan pari air tawar, hingga piranha.

  • Pameran Wild Reef

Daya tarik selanjutnya adalah pameran wild reef dimana Anda akan menyaksikan berbagai biota laut khas laut lepas dalam 525 ribu US galon. Mulai dari terumbu karang Filipina, ikan hiu seperti blacktip reef, sampai ikan gergaji pun ada.

  • Pameran Stingray Touch

Daya tarik berikutnya adalah stingray touch yang mana termasuk wahana baru yang dibuka pada tanggal 17 Mei 2013. Tidak hanya sekedar menyaksikan, Anda juga bisa menyentuh berbagai hewan disana, contohnya ikan pari cownose. Sayangnya, pameran ini hanya berlangsung dalam skala musiman saja, yakni mulai dari Mei – Oktober.

  • Oceanarium

Berikutnya, ada oceanarium yang mana dibuka pada tahun 1991. Di wahana ini, Anda bisa menyaksikan berbagai mamalia laut seperti paus beluga, lumba-lumba, sampai berang-berang dan singa laut. Bahkan, di dalam wahana ini ada zona khusus bernama The Polar Play Zone yang mana dihuni oleh penguin Rockhopper dan Magellanic yang menjadikan wahana ini sebagai wahana ini tidak pernah sepi pengunjung.

  • Teater 4D

Keenam, daya tarik di Shedd Aquarium ada di Teater 4D. Disana, Anda bisa menyaksikan berbagai pertunjukan film 3D dengan banyak fasilitas menarik, sebut saja audio berteknologi tinggi, kursi interaktif, hingga gelembung dan aroma yang mana mungkin seperti Anda rasakan dari dalam film yang diputar. Dibuka pada tahun 2009, Teater 4D kerap menampilkan film unggulan, contohnya Spongebob Squarepants.

  • Pameran Bawah Laut

Terakhir, daya tarik dari akuarium ini terletak pada pameran bawah laut yang dibuka pada tahun 2018 dan menampilkan berbagai kehidupan laut. Berfokus pada keindahan visual, maka Anda akan menyaksikan secara lengkap dan detail tentang warna sampai pola kehidupan hewan-hewan laut disana.

Tidak hanya menampilkan keindahan biota lautnya, akuarium ini juga menyuguhkan keindahan arsitekturnya. Contohnya saja, Anda akan menemui arsitektur Yunani Klasik yang dipakai untuk struktur museum dan motif-motif akuatik pada kandang hewan.

Demikian ulasan mengenai daya tarik utama yang ada di Shedd Aquarium. Semoga ulasannya bermanfaat.